[IMK 5] – Mengenal Lebih Dekat INTERAKSI

Di era digital saat ini, pemahaman mendalam tentang IMK menjadi kunci dalam mendesain teknologi yang efisien dan ramah pengguna. Artikel ini akan menjelaskan konsep dasar interaksi, menjelajahi komponen-komponen utamanya, serta menggali lebih dalam tentang model siklus interaksi yang diusulkan oleh Donald Norman.

Definisi dan Pentingnya Interaksi

Apa itu interaksi? Dalam konteks teknologi informasi, interaksi dapat didefinisikan sebagai komunikasi dua arah antara pengguna dan sistem. Interaksi ini tidak hanya terbatas pada input yang masuk dan output yang diterima, tapi juga pada pemahaman mendalam tentang cara kerja sistem oleh pengguna.

Terminologi Interaksi

Untuk memahami lebih dalam tentang interaksi, berikut beberapa terminologi penting yang sering digunakan:
  • Domain: Area keahlian dan pengetahuan yang berkaitan dengan kegiatan dunia nyata.
  • Goal: Hasil yang diinginkan dari suatu tugas.
  • Task: Operasi yang dilakukan untuk memanipulasi elemen-elemen dalam domain.
  • Intention: Aksi khusus yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  • Task Analysis: Proses identifikasi dan pencatatan elemen-elemen tugas yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam konteks yang spesifik.
  • System: Aplikasi komputer.
  • Task Language: Bahasa yang digunakan pengguna untuk menjelaskan atribut domain yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
  • Core Language: Bahasa yang digunakan sistem untuk menjelaskan atribut domain yang relevan terhadap kondisi sistem.

Siklus Interaksi: Model Donald Norman

Salah satu model yang paling terkenal dalam IMK adalah model siklus interaksi oleh Donald Norman, yang dikenal sebagai Execution/Evaluation Loop. Model ini menguraikan tujuh langkah yang dilalui pengguna ketika berinteraksi dengan sistem:
  1. Menetapkan Tujuan: Pengguna menentukan apa yang ingin dicapai.
  2. Membentuk Intention: Pengguna merencanakan aksi berdasarkan tujuan tersebut.
  3. Menetapkan Rangkaian Aksi: Pengguna memutuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan.
  4. Melaksanakan Aksi: Aksi dilakukan dengan menggunakan antarmuka sistem.
  5. Melihat Kondisi Sistem: Pengguna memantau output yang dihasilkan oleh sistem.
  6. Menginterpretasi Kondisi Sistem: Pengguna menilai output berdasarkan ekspektasi dan tujuan.
  7. Mengevaluasi Kondisi Sistem: Pengguna menilai sejauh mana tujuan telah tercapai berdasarkan respons sistem.

Kerangka Kerja Interaksi

Kerangka kerja interaksi terdiri dari empat komponen utama yang saling terkait:
  • User (Pengguna): Segala aspek dari pengguna yang berinteraksi dengan sistem, termasuk kemampuan, preferensi, dan pengalaman sebelumnya.
  • Input: Cara pengguna memberikan perintah atau data ke sistem, melalui perangkat seperti keyboard, mouse, atau antarmuka suara.
  • System (Sistem): Sistem komputer yang menerima input dan memprosesnya untuk menghasilkan output.
  • Output: Cara sistem menyampaikan hasil proses atau status kepada pengguna, bisa dalam bentuk visual, audio, atau cetakan.

Gulf of Execution dan Evaluation

  1. Gulf of Execution: Merujuk pada kesenjangan antara niat pengguna untuk melakukan tindakan dan kemampuan sistem untuk menerima tindakan tersebut. Misalnya, ketika pengguna ingin melakukan sesuatu tetapi tidak menemukan opsi atau perintah yang tepat dalam sistem untuk melaksanakannya.
  2. Gulf of Evaluation: Menggambarkan kesulitan pengguna dalam memahami apakah tindakan yang telah dilakukan berhasil atau tidak, berdasarkan feedback dari sistem. Ini terjadi ketika sistem tidak menyediakan informasi yang cukup jelas atau intuitif tentang apa yang telah terjadi atau status saat ini.

Mengatasi Kesalahan Manusia dalam Interaksi

Kesalahan manusia dalam interaksi dengan sistem dapat dibagi menjadi dua kategori utama: slip dan mistakes:
  • Slip: Terjadi ketika tujuan sudah benar, namun eksekusi tindakannya salah. Ini sering terjadi karena desain antarmuka yang membingungkan atau tidak memadai. Mengurangi slip bisa dilakukan dengan merancang antarmuka yang lebih intuitif dan sesuai dengan ekspektasi pengguna.
  • Mistakes: Terjadi ketika pengguna memiliki pemahaman yang salah tentang apa yang perlu dilakukan. Mistakes ini lebih berkaitan dengan masalah konseptual dan pemahaman tentang sistem. Untuk mengurangi mistakes, penting untuk menyediakan pelatihan yang memadai dan feedback yang informatif.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama