Daya guna, atau yang lebih dikenal dengan istilah "usability," adalah salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem interaksi manusia dan komputer. Dalam konteks ini, daya guna merujuk pada seberapa efektif, efisien, dan memuaskannya suatu produk bagi penggunanya. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai konsep ini dan bagaimana prinsip-prinsipnya dapat diterapkan dalam pengembangan sistem yang lebih baik.
Definisi Daya Guna
Menurut ISO (1998), daya guna adalah tingkat produk yang dapat digunakan oleh user untuk mencapai tujuan dengan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan tertentu. Daya guna adalah salah satu faktor penting yang menentukan sejauh mana suatu sistem diterima oleh pengguna. Ini mencakup berbagai aspek mulai dari kemudahan penggunaan hingga kepuasan pengguna saat berinteraksi dengan sistem tersebut.
Prinsip-Prinsip yang Mempengaruhi Daya Guna
1. Learnability (Kemudahan Belajar)
Kemudahan bagi pengguna baru untuk berinteraksi dengan sistem dan mencapai performa maksimal dalam waktu singkat.
2. Flexibility (Fleksibilitas)
Sistem harus menyediakan berbagai cara bagi pengguna untuk berinteraksi dan bertukar informasi. Ini termasuk berbagai metode input dan output yang bisa digunakan.
3. Robustness (Ketahanan)
Sistem harus memberikan dukungan yang cukup bagi pengguna untuk mencapai tujuan mereka, termasuk menyediakan feedback yang tepat waktu dan bermanfaat.
Mengukur Daya Guna
Daya guna suatu sistem dapat diukur melalui beberapa atribut, di antaranya:
1. Efektivitas
Ketelitian dan kelengkapan di mana pengguna dapat mencapai tujuan.
2. Efisiensi
Sumber daya yang dikeluarkan oleh pengguna dalam hubungannya dengan ketelitian dan kelengkapan.
3. Kepuasan
Bebas dari ketidaknyamanan dan sikap positif pengguna terhadap sistem.
Metode Pengukuran Daya Guna
Pengukuran daya guna biasanya melibatkan dua proses pengumpulan data:
1. Pembahasan
Membantu dalam membuat keputusan awal atas rekayasa bentuk antarmuka pengguna di fase awal.
2. Pengujian
Menilai keputusan rekayasa bentuk yang telah dibuat sebagai prototipe sistem dan meningkatkan daya guna sistem dengan mengurangi masalah daya guna.
Faktor-Faktor Daya Guna
Beberapa faktor yang menentukan bahwa suatu sistem dapat digunakan meliputi:
- Efektivitas: Pengguna dapat mencapai tujuan mereka dengan akurat dan lengkap.
- Learnability: Sistem mudah dipelajari oleh pengguna baru.
- Efisiensi: Pengguna ahli dapat mencapai performa optimal dengan cepat.
- Memorabilitas: Sistem mudah diingat dan digunakan kembali oleh pengguna setelah periode tidak menggunakannya.
- Kesalahan: Tingkat kesalahan pengguna rendah.
- Kepuasan: Pengguna merasa nyaman dan puas saat menggunakan sistem.
Prinsip Heuristik dalam Daya Guna
Prinsip heuristik adalah panduan yang digunakan untuk merancang antarmuka pengguna yang efektif. Beberapa prinsip heuristik yang penting antara lain:
1. Dialog yang Sederhana dan Alami:
Antarmuka harus sesederhana mungkin dan natural, menghindari perintah yang tidak perlu.
2. Berbicara dengan Bahasa Pengguna:
Menggunakan bahasa yang dipahami oleh pengguna, bukan bahasa teknis yang kompleks.
3. Mengurangi Beban Ingatan Pengguna:
Sistem harus mengurangi kebutuhan pengguna untuk mengingat informasi dengan menyediakan menu dan panduan yang jelas.
4. Konsistensi:
Perintah dan fungsi harus konsisten untuk menghindarkan pengguna dari kebingungan.
5. Sistem Timbal Balik:
Memberikan umpan balik yang tepat waktu kepada pengguna tentang status dan hasil dari tindakan mereka.
Siklus Hidup Daya Guna
Siklus hidup daya guna melibatkan tujuh elemen penting:
1. Kenali Pengguna: Memahami siapa pengguna sistem, kebutuhan, dan karakteristik mereka.
2. Benchmarking Daya Guna: Mempelajari produk kompetitif atau yang sudah ada untuk memperbaiki sistem yang sedang dibangun.
3. Desain Interaksi Berorientasi Tujuan: Fokus pada tujuan akhir dari pengguna, bukan hanya tugas yang harus diselesaikan.
4. Desain Interaktif: Menguji dan merancang ulang antarmuka berdasarkan umpan balik pengguna.
5. Prototyping: Membangun prototipe yang dapat dievaluasi dan diujicoba.
6. Evaluasi Daya Guna: Menggunakan metode inspeksi dan pengujian untuk menilai kinerja antarmuka.
7. Studi Lanjutan: Melakukan wawancara, observasi, dan studi pasar untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna setelah sistem diimplementasikan.
Tags:
IMK