[IMK 13] – Memahami Metodologi Perancangan UI/UX untuk Pengalaman Pengguna yang Maksimal

Dalam dunia digital yang semakin berkembang, perancangan antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) telah menjadi elemen penting dalam pengembangan produk teknologi. Metode perancangan yang efektif tidak hanya menciptakan tampilan yang menarik, tetapi juga memastikan kenyamanan dan kemudahan penggunaan bagi pengguna. Materi ini akan mengupas lebih dalam tentang metode perancangan UI/UX, manfaatnya, serta dua pendekatan utama yang sering digunakan: User Centered Design (UCD) dan Design Thinking.


Definisi Metode dan Perancangan

Metode

Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Menurut beberapa ahli, metode adalah:
  • Cara pendekatan atau proses untuk menyampaikan informasi (Rothwell & Kazanas)
  • Rangkaian cara dan langkah yang tertib dan terpola untuk menegaskan bidang keilmuan (B Titus)
  • Suatu cara melakukan sesuatu terutama yang berkenaan dengan rencana tertentu (C. Macquarie)
  • Seperangkat langkah yang tersusun secara sistematis atau urutannya logis (Wiradi)
  • Cara yang sudah dipikirkan masak-masak dan dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah tertentu guna mencapai tujuan yang hendak dicapai (Hardjana A.M)

Perancangan (Desain)

Desain adalah upaya pemecahan masalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurut beberapa ahli:
  • Desain: sebagai suatu kreasi seniman untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan cara tertentu pula (Walter Gropius 1919).
  • Desain merupakan pemecahan masalah dengan satu target yang jelas (Acer 1965).
  • Desain merupakan temuan unsur fisik yang paling objektif (Aleksander 1963).
  • Desain adalah tindakan dan inisiatif untuk mengubah karya manusia (Jones 1970).

Metode Perancangan UI/UX

Perancangan UI/UX adalah proses pengembangan antarmuka dan pengalaman pengguna secara efektif untuk aplikasi atau sistem. Ini mencakup pemahaman kebutuhan pengguna, desain interaksi, hingga pengujian kegunaan. Metode perancangan UI/UX yang baik dapat meningkatkan kepuasan pengguna, mengurangi biaya pengembangan, mempercepat waktu peluncuran, dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Manfaat Penerapan Metode UI/UX

a. Meningkatkan Kepuasan Pengguna: Fokus pada kebutuhan dan preferensi pengguna.

b. Mengurangi Biaya Pengembangan: Identifikasi masalah sejak awal mengurangi kebutuhan revisi di kemudian hari.

c. Meningkatkan Retensi Pengguna: Antarmuka yang intuitif mendorong pengguna untuk kembali.

d. Mempercepat Waktu Peluncuran: Proses yang terstruktur memungkinkan tim bekerja lebih efisien.

e. Mendorong Pertumbuhan Bisnis: Desain UI/UX yang efektif meningkatkan konversi dan memperkuat posisi kompetitif brand di pasar.

Dua Pendekatan Utama dalam Metode Perancangan Desain

1. User Centered Design (UCD)

Definisi: Pendekatan iteratif yang berfokus pada tujuan, kegunaan, karakteristik pengguna, lingkungan tugas, dan alur kerja dalam desainnya. Pendekatan ini menempatkan pengguna sebagai fokus utama dalam seluruh proses perancangan.

Tahapan UCD:
  1. Understand Context of Use: Memahami siapa yang akan menggunakan aplikasi, untuk apa, dan dalam situasi seperti apa.
  2. Specify User Requirements: Menentukan kebutuhan pengguna di dalam bisnis dan tujuan yang akan dicapai.
  3. Design Solutions: Merancang solusi dari kebutuhan pengguna yang telah dijelaskan.
  4. Evaluation Against Requirements: Melakukan evaluasi dengan melibatkan pengguna untuk memastikan desain sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Design Thinking

Definisi: Proses berulang di mana perancang berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah untuk menemukan strategi dan solusi alternatif. Metode ini membantu menemukan solusi alternatif yang mungkin tidak terlihat pada tingkat pemahaman awal.

Tahapan Design Thinking:
  1. Empathize: Mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah yang dicoba untuk diselesaikan melalui observasi, keterlibatan, dan empati dengan orang-orang untuk memahami pengalaman dan motivasi mereka.
  2. Define: Mengumpulkan informasi dari tahap empati dan mensintesisnya untuk menentukan masalah inti.
  3. Ideate: Menghasilkan ide-ide baru untuk solusi masalah yang didefinisikan.
  4. Prototype: Membuat versi produk yang murah dan diperkecil untuk diuji.
  5. Test: Menguji produk lengkap menggunakan solusi terbaik yang diidentifikasi selama fase prototyping.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama