[IMK 11] – Mengenal Desain dan Notasi Dialog dalam User Interface

Dialog merupakan komponen krusial dalam desain antarmuka pengguna (user interface). Ini mencakup percakapan antara pengguna dan sistem komputer yang dirancang untuk mengoptimalkan interaksi dan menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Materi yang akan kita bahas ini yaitu dialog dalam konteks desain UI, berbagai notasi yang digunakan, dan prinsip-prinsip yang mendasari perancangannya.


Apa Itu Dialog dalam Desain UI?

Secara umum, dialog adalah percakapan antara dua pihak atau lebih yang dapat mencakup kolaborasi atau penyelesaian konflik. Namun, dalam konteks desain UI, dialog memiliki arti yang lebih spesifik, yaitu struktur percakapan antara pengguna dan sistem komputer. Ini mencakup bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem melalui berbagai komponen UI seperti tombol, menu, dan formulir. Dialog ini bisa berbentuk tekstual maupun diagramatik, dimana keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Tekstual memungkinkan analisis formal yang lebih mendalam, sedangkan diagramatik menawarkan visualisasi yang lebih instan dan mudah dimengerti.

Dialog dalam UI biasanya melibatkan tiga level bahasa komputer:
1. Leksikal: Ini adalah tingkat paling dasar yang mencakup ikon pada layar dan tombol yang ditekan. Ini setara dengan bunyi dan ejaan dalam bahasa manusia.
2. Sintaksis: Urutan dan struktur input serta output. Ini setara dengan tata bahasa dalam sebuah kalimat.
3. Semantik: Arti dari percakapan yang mempengaruhi struktur data internal komputer atau dunia eksternal. Ini setara dengan makna yang dimengerti oleh para partisipan dalam percakapan.

Prinsip Desain Dialog

Dalam merancang dialog, penting untuk membagi sistem menjadi beberapa bagian atau modul. Contoh penerapan prinsip ini bisa dilihat pada sistem pemesanan buku di perpustakaan, dimana setiap modul menggambarkan tugas spesifik seperti pencarian buku, pemesanan, dan peminjaman.

Notasi Diagramatik

Notasi diagramatik adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam mendesain dialog. Beberapa bentuk notasi diagramatik meliputi:

1. State Transition Networks (STN)
Digunakan untuk mendeskripsikan urutan aksi dan respons dalam dialog. Misalnya, dalam menu drawing tools, pengguna bisa memilih untuk menggambar lingkaran atau garis, dengan masing-masing pilihan membawa pengguna ke keadaan yang berbeda.

2. Hierarchical State Transition Networks
Mirip dengan STN, namun memiliki tambahan berupa gabungan state (composite state) yang memungkinkan desainer untuk menggambarkan submenu terkait dalam satu diagram besar. Ini sangat berguna untuk sistem yang kompleks.

3. Harel’s State Charts
State charts yang dikembangkan oleh Harel digunakan untuk spesifikasi visual dari sistem reaktif yang kompleks dan mampu mengakomodasi masalah concurrency dan escape.

4. Flowchart
Flowchart adalah notasi diagramatik yang sering digunakan karena kesederhanaan dan kemudahannya untuk dimengerti. Namun, flowchart lebih merefleksikan sudut pandang programmer dibandingkan user.

5. JSD Diagrams
Digunakan untuk analisis tugas dan notasi dialog yang sederhana dan berbasis menu.

Notasi Dialog Tekstual

Selain diagramatik, notasi dialog juga bisa berbentuk tekstual, seperti tata bahasa (grammars) yang sering menggunakan BNF (Backus-Naur Form) atau regular expression. Notasi ini membantu dalam mendeskripsikan dialog secara formal dan memungkinkan analisis yang lebih mendalam.

Properti Aksi dalam Dialog

Ada tiga karakteristik utama yang perlu diperhatikan dalam dialog terkait aksi pengguna:

a. Kelengkapan (Completeness): Desainer harus mengantisipasi semua kemungkinan aksi pengguna dan memastikan sistem mampu menangani situasi yang tidak terduga.
b. Deterministik (Determinism): Sistem harus memiliki aturan jelas untuk aksi yang terjadi, termasuk prioritas aksi.
c. Konsistensi (Consistency): Aksi yang sama harus menghasilkan respons yang sama dalam situasi yang berbeda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama